head2

Pengunjung

e__IMG_0017

Good housekeeping dapat diartikan sebagai manajemen tata letak yang dilakukan ditempat kerja yang mencakup peralatan, dokumen, bangunan dan ruangan untuk membuat tempat kerja menjadi bersih, rapih, aman dan nyaman sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja dan mengurangi bahaya yang ada di tempat kerja.

Housekeeping yang efektif dapat menghilangkan beberapa bahaya ditempat kerja dan membantu pekerjaan terlaksana dengan selamat dan dengan benar. Housekeeping yang buruk dapat berkontribusi terhadap kecelakaan dengan adanya bahaya yang tersembunyi sehingga mengakibatkan cidera atau kerugian akibat kecelakaan. Jika kertas yang terlihat berserakan, puing, ceceran dan tumpahan dianggp sebagai sesuatu yang norma, maka bahaya keselamatan dan Kesehatan kerja mungkin dapat timbul karenanya.

Housekeeping tidak hanya mengenai kebersihan, namun juga termasuk memelihara tempat kerja rapi dan tertib, memelihara ruangan dan lantai dari bahaya terpeleset dan tersandung, membuang sampah, menyingkirkan barang tak terpakai dan bahaya penyebab kebaran ditempat kerja. Selain itu juga perlu memberikan perhatian pada lay out tempat kerja, penandaan lorong, fasilitas penyimpanan dan perawatan peralatan. Good Housekeeping juga merupakan bagian dasar dari pencegahan kecelakaan dan bahaya kebakaran.

Housekeeping yang efektif dilakukan pada kegiatan yang terus menerus, bukan hanya pada waktu-waktu tertentu saja. Pelaksanaan housekeeping yang dilakukan mendadak pada waktu tertentu (panic clean up) biasanya menimbulkan biaya lebih dan tidak efektif mengurangi kecelakaan kerja.

Housekeeping yang buruk dapat menyebabkan:

  • Tersandung objek
  • Terbentur objek
  • Tertimpa objek yang jatuh
  • Terpeleset pada lantai yang berminyak, basah atau kotor
  • Tertusuk bagian objek yang menyolok
  • Teriris atau luka ditangan dan tubuh akibat bagian tajam benda seperti paku, kawat atau logam

Housekeeping yang baik dapat menghasilkan:

  • Mengurangi potensi kecelakaan tersandung, terpeleset
  • Menurunkan potensi bahaya kebakaran
  • Lebih sedikit paparan bahaya terhadap pekerja berupa debu dan uap bahan2 yang digunakan.
  • Pengendalian yang baik terhadap peralatan dan material
  • Pengurangan handling pergerakan barang
  • Lebih efisien dalam pembersihan dan perawatan peralatan
  • Kondisi tempat kerja dapat menjadi lebih higienis dan sehat bagi pekerja
  • Penggunaan ruang lebih menjadi lebih efektif.
  • Mengurangi kerusakan peralatan dengan perawatan yang lebih bersifat preventif.
  • Mengurangi kebutuhan tenaga pembersih.
  • Meningkatkan kenyamanan kerja
  • Meningkatkan semangat kerja dan produktivitas.

Penerapan 5S (dalam bahasa Indonesia 5R) pada Housekeeping.

5S adalah istilah Jepang untuk menggambarkan secara sistematik praktek housekeeping yang baik. Berasal dari Jepang dan terbukti efektif dibeberapa negara. . 5S adalah singkatan dari 5 kata dalam bahasa jepang yang diawali oleh huruf S; Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke. Dalam bahasa Indonesia, kita bisa menterjemahkan 5S sebagai 5R; Seiri (Ringkas), Seiton (Rapi), Seiso (Resik),  Seiketsu (Rawat), Shitsuke (Rajin).

Seiri (Ringkas)

Membedakan/pemilahan antara yang diperlukan dan yang tidak diperlukan serta membuang yang tidak diperlukan.

“Singkirkan Barang-barang yang tidak diperlukan dari tempat kerja”

Seiton (Rapi)

Prinsip dasar Seiton adalah melakukan pengaturan lingkungan kerja dan peralatan secara rapi dengan sasaran tata letak dan penempatan yang efisien sehingga pemborosan waktu untuk mencari barang bisa dihilangkan, untuk memperlancar pekerjaan.

“Setiap barang yang berada di tempat kerja mempunyai tempat yang pasti”

Seiso (Resik)

Menghilangkan sampah kotoran dan barang asing untuk memperoleh tempat kerja yang lebih bersih.  Terdapat tiga kategori luas untuk mentargetkan Seiso, yaitu : area penyimpanan, peralatan dan lingkungan.

“Bersihkan segala sesuatu yang ada di tempat kerja”

Seiketsu (Rawat)

Memelihara barang dengan teratur rapi dan bersih juga dalam aspek personal dan kaitannya dengan polusi:”Semua orang memperoleh informasi yang dibutuhkannya di tempat kerja, tepat waktu”

Shitsuke (Rajin)

Melakukan sesuatu yang benar sebagai kebiasaan, seperti mengembalikan peralatan pada tempat penyimpanan, melakukan peralatan perawatan, dan melakukan pembersihan tempat kerja.

“Lakukan apa yang harus dilakukan dan jangan melakukan apa yang tidak boleh dilakukan”.

 

(dari berbagai sumber)

Pengunjung
Kontak Kami
phone

081261892989 (marketing)

whatsApps

081261892989 (marketing)

whatsApps   085265336667 (adviser)
email marketing@
katigautama.com
email katigautama@gmail.com 
email pelatihan@
katigautama.com
email dir@
katigautama.com

FORMULIR PENDAFTARAN TOMBOL

Gallery